top of page
AFFA-LogoWebsite.png

Organisasi non-profit berupaya meningkatkan dialog dengan bank untuk meningkatkan kebijakan kesejahteraan hewan

  • Act for farmed animals
  • Aug 26
  • 3 min read
Act for Farmed Animals merilis laporan baru yang mengungkapkan bahwa 58% bank yang dianalisis tidak memiliki kebijakan sama sekali untuk mencegah pendanaan pada praktik yang membahayakan bagi hewan dan lingkungan.
Act for Farmed Animals merilis laporan baru yang mengungkapkan bahwa 58% bank yang dianalisis tidak memiliki kebijakan sama sekali untuk mencegah pendanaan pada praktik yang membahayakan bagi hewan dan lingkungan.

Jakarta, 7 Mei 2025 – Act for Farmed Animals, koalisi dari Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal International, telah meluncurkan laporan Banks for Animals edisi 2025, sebuah inisiatif untuk mendorong sektor keuangan agar mengadopsi komitmen yang lebih kuat terkait kesejahteraan hewan. Laporan tersebut menganalisis kebijakan 100 lembaga keuangan di seluruh dunia, termasuk lembaga di Indonesia, mengenai kebijakan mereka dalam mendanai industri seperti pabrik peternakan, pengujian hewan untuk kosmetik, hewan dalam dunia hiburan, dan industri bulu.

Temuan tersebut mengungkap situasi yang mengkhawatirkan. Edisi tahun 2025 melakukan penilaian terhadap 100 lembaga keuangan, jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengevaluasi 79 institusi. Walaupun dua lembaga keuangan teratas, yaitu Triodos dan Volksbank, berhasil meraih 92% poin, mayoritas lembaga yang dinilai (hampir 60%) tidak mendapatkan skor. Kinerja rata-rata masih rendah, yaitu hanya 3%. Di antara beberapa peningkatan, Standard Chartered mendapatkan poin karena memperketat persyaratan terkait praktik penyembelihan, penggunaan antimikroba, serta pengujian medis.

Tindakan ini bertepatan dengan peluncuran laporan Banks for Animals 2025, yang mengevaluasi kinerja Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, Bank Syariah, dan Bank Rakyat Indonesia. Temuan tersebut mengungkap tidak adanya kebijakan untuk mencegah kekejaman terhadap hewan. Bank di Indonesia menerima skor minimal untuk perannya dalam pembiayaan transisi menuju sistem pangan yang lebih berkelanjutan, dan tidak satu pun dari lima bank yang dianalisis memiliki kebijakan formal terkait kesejahteraan hewan.

Secara khusus, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, Bank Syariah, dan Bank Rakyat Indonesia mendapat skor 0%, yang menunjukkan tidak adanya transparansi, perlindungan, atau komitmen yang berarti untuk menghentikan praktik pembiayaan seperti pengujian hewan, penyiksaan hewan dalam hiburan, atau pengurungan hewan yang diternak di sangkar sempit.


Dalam upaya untuk membuka dialog yang konstruktif dan menggarisbawahi peluang untuk perbaikan, Act for Farmed Animals menyelenggarakan aksi damai di luar kantor pusat Bank Mandiri. Para aktivis merepresentasikan enam hewan dengan melukis wajah yang mewakili hewan yang diternak, hewan dalam pengujian, dan hewan untuk dunia hiburan. Aktivis lainnya memegang poster, membagikan selebaran, dan memajang spanduk bertuliskan: “Bank di Indonesia, tolong bertindak untuk hewan.” Aksi tersebut menekankan seruan pada sektor keuangan untuk mengambil peran yang lebih aktif dan etis.

ree

“Kami memahami bahwa mengubah sistem keuangan agar lebih berkomitmen pada kesejahteraan hewan merupakan proses yang rumit, namun penting. Itulah sebabnya kami mengundang bank-bank di Indonesia untuk bergerak maju dalam jalur ini dengan penuh tanggung jawab dan pendekatan yang berorientasi ke depan,” kata Elfha Shavira, ketua kampanye Act for Farmed Animals.

Sebuah Isu Global

Aksi ini merupakan bagian dari kampanye internasional yang dilaksanakan secara serentak di Argentina, Brasil, Chili, Kolombia, Indonesia, dan Thailand, yang menekankan bahwa ini merupakan masalah umum yang terjadi di seluruh dunia. “Di Act for Farmed Animals, kami mendorong perubahan positif melalui kerja sama dengan lembaga keuangan. Pesan kami jelas: kami memerlukan komitmen nyata dari lembaga keuangan untuk menghentikan sistem pendanaan yang menyebabkan penderitaan hewan, kerusakan lingkungan, dan risiko kesehatan masyarakat,” imbuh Elfha.

ree

“Kami percaya bahwa sektor keuangan memainkan peran strategis dalam mengubah berbagai isu penting global. Mengadopsi kebijakan kesejahteraan hewan yang lebih kuat, dapat berkontribusi untuk mengurangi penderitaan jutaan hewan dan mengatasi berbagai tantangan global seperti krisis kesehatan, penggundulan hutan, dan perubahan iklim,” Elfha menyimpulkan.

Laporan lengkap Banks for Animals 2025 tersedia dalam format interaktif di www.banksforanimals.org, dimana siapapun dapat memeriksa kinerja bank mereka dan mengirim pesan untuk meminta perbaikan kebijakan.


 
 
 

Comments


bottom of page