top of page
AFFA-LogoWebsite.png

World Bank Danai Rp140 Triliun untuk Industri Peternakan Intensif. Kenapa Kita Perlu Peduli?

  • Act for farmed animals
  • Jul 16
  • 3 min read

Pernah gak sih kamu merasa cuaca makin gak menentu dan perubahan iklim terasa makin masif? Tiga masalah krisis lingkungan global yang tengah kita hadapi saat ini, yang disebut Triple Planetary Crisis, adalah istilah yang diadopsi oleh PBB untuk menggambarkan tiga masalah lingkungan global yang saling berkaitan dan mempercepat kerusakan Bumi: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Dampak yang kita rasakan saat ini bukan sekadar dari sampah plastik dan emisi kendaraan, tapi juga bagaimana sistem pangan dunia didanai. 

Salah satu sorotan terbesar tertuju pada World Bank (Bank Dunia). Institusi keuangan global ini dikabarkan akan mendanai industri peternakan intensif (factory farming) dengan angka yang tidak main-main yaitu mencapai US$9 miliar atau sekitar Rp140 triliun per tahun hingga 2030 (atau 1/2 dari anggaran MBG pada 2025-2026). Sangat besar, bukan? 

Besarnya investasi ini memunculkan kekhawatiran dari berbagai organisasi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan di seluruh dunia. Kekhawatiran tersebut telah mendorong aksi serentak di lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia. Pada April 2026 lalu, koalisi Stop Financing Factory Farming (S3F) bersama Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi di depan kantor World Bank di Jakarta untuk mendesak agar pendanaan terhadap peternakan intensif tersebut dihentikan dan dialihkan ke sistem pangan yang lebih berkelanjutan, ramah hewan dan lingkungan.


Apa sebenarnya yang dimaksud dengan peternakan intensif? Peternakan intensif adalah sistem produksi yang memelihara ribuan hingga jutaan hewan dalam ruang yang terbatas untuk menghasilkan daging, telur, atau susu dalam jumlah besar. Sistem ini memang mampu meningkatkan produksi, tetapi juga membawa berbagai konsekuensi yang tidak bisa diabaikan.

Mulai dari tingginya emisi gas rumah kaca, pencemaran udara dan air, penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran, hingga persoalan kesejahteraan hewan. Karena skala produksinya sangat besar, dampak lingkungan yang dihasilkan pun ikut meningkat.

Dampaknya Bagi Lingkungan Salah satu dampak yang paling memprihatinkan adalah pencemaran udara. Peternakan intensif menghasilkan polutan seperti PM2.5, partikel halus yang dapat masuk ke paru-paru dan meningkatkan risiko berbagai penyakit pernapasan maupun kardiovaskular. 

Tak hanya pencemaran udara, tapi sistem ini juga memakan lahan yang sangat luas. Diperkirakan sekitar 80% lahan pertanian global saat ini justru digunakan untuk industri peternakan intensif, baik untuk penggembalaan maupun produksi pakan. Contohnya adalah kedelai. Meski sering dianggap sebagai bahan pangan manusia, sekitar 77% kedelai dunia justru digunakan sebagai pakan ternak. Akibatnya, pembukaan lahan baru terus terjadi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, yang berkontribusi pada deforestasi dan hilangnya habitat satwa liar. 

Ketika Hutan Hilang, Masyarakat Ikut Terdampak Deforestasi bukan hanya menghilangkan hutan, tapi juga merampas kehidupan masyarakat adat. Ketika hutan hilang, mereka kehilangan sumber air, mata pencaharian, hingga perlindungan alami dari bencana. Di saat yang sama, dunia juga kehilangan salah satu penyerap karbon terbesar yang berperan penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Artinya, persoalan ini bukan hanya tentang lingkungan atau hewan, tetapi juga tentang keadilan sosial.

Investasi Pangan Berkelanjutan Menentukan Masa Depan yang kehilangan ruang hidupnya di tengah ancaman cuaca ekstrem dan krisis air saat ini. Setiap keputusan investasi memiliki konsekuensi jangka panjang. Ketika lembaga keuangan besar terus memperluas investasi di sektor peternakan intensif, mereka sama saja dengan mendanai percepatan krisis iklim, melenyapkan keanekaragaman hayati, serta mengancam kesehatan masyarakat global. Pendanaan untuk pertanian berkelanjutan, inovasi pangan, dan praktik produksi yang ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari solusi.

Keputusan yang dibuat hari ini akan menentukan kualitas udara yang kita hirup, hutan yang masih tersisa, ketahanan pangan, serta bumi yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Dukung gerakan ini dengan menandatangani petisi di: https://www.sinergiaanimalinternational.org/divestment-campaign

 
 
 

Comments


bottom of page